Pekerja Harian Lepas P2B Tebet Dobel Job? Senin, 26 Juli 10 - oleh : Suryadi
Beberapa bulan terakhir ini pada ruang kantor Seksi P2B Tebet kerap terlihat dua orang pegawai P2B Tebet bernama Toyib dan Roni lengkap dengan pakaiannya yang berwarna hijau seperti pada PNS lainnya. Usut punya usut, ternyata kedua orang staf P2B Tebet tersebut hanyalah pekerja honorer atau pekerja harian lepas yang masih dipakai oleh P2B Tebet. Apakah edaran Sekda DKI Jakarta mengenai pemberitahuan yang memutuskan tidak lagi memakai pekerja harian lepas di kantor kelurahan dan kecamatan mulai 1 April 2010 tidak sampai ke meja Kasi P2B Tebet?
Keberadaan Toyib dan Roni menurut beberapa orang yang pernah mengurus IMB ke P2B Tebet menjadi pertanyaan besar. Saat orang hendak mengurus IMB, Toyib dan Roni terlihat sibuk menerima berkas dan melayani. Namun, Toyib dan Roni juga beberapa kali terlihat dilapangan mendatangi proyek bangunan yang sedang dibangun dengan mengatakan bahwa dirinya sedang bertugas melakukan pengawasan.
“Saya sering mengajukan permohonan IMB, dan biasanya Toyib atau Roni yang menerima berkas saya. Tapi mereka juga pernah ke proyek saya dengan mengaku pada mandor kalau mereka sedang melakukan pengawasan. Bahkan mandor saya pernah bilang kalau mereka akan menertibkan proyek saya kalau melanggar,” ujar seorang pemilik bangunan yang menolak menyebutkan nama.
Sayangnya, saat permasalahan ini hendak dikonfirmasi Kasi Perizinan P2B Tebet dan Kasi Pengawasan P2B Tebet sedang tidak ada ditempat.
Memang pada dasarnya mengenai pekerja harian lepas sudah diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) No.48 Tahun 2005 Tentang Tenaga Honorer, yakni pasal 28 yang menyebutkan tentang larangan pengangkatan terhadap tenaga kerja harian lepas. Dan kemudian diperkuat dengan adanya edaran dari Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang memutuskan tidak lagi memakai pekerja harian lepas di kantor kelurahan dan kecamatan. Apakah P2B Tebet dapat dikatakan kangkangi surat edaran Sekda DKI?
Pertanyaan besarnya kali ini, dari mana P2B Tebet membayar kedua pekerja harian lepas tersebut? Apakah memotong dari retribusi IMB yang akan disetor ke pemerintah atau menakut-nakuti pemilik bangunan?
Ironisnya, salah satu pekerja harian lepas P2B Tebet diduga kuat merupakan suami dari seorang staf perizinan P2B Tebet. Bila benar, apakah kebersamaan suami-isteri staf P2B Tebet tidak cukup hanya di rumah? So sweet, begitu barangkali istilah anak zaman sekarang.