Polda Metro Kembali Gelar Operasi Patuh Jaya Minggu, 18 Juli 10 - oleh : Sopian
Kepolisian Daerah Metro Jaya mengerahkan 2.359 personel dalam Operasi Patuh Jaya 2010 yang berlangsung selama dua pekan, 15 hingga 28 Juli 2010. Operasi ini bertujuan menegakkan disiplin berkendara di jalan raya dan mencegah kemacetan di berbagai titik di Ibu Kota dan sekitarnya.
Kamis (15/7), Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Timur Pradopo membuka secara resmi membuka Operasi Patuh Jaya 2010. Petugas akan membantu mengurai kemacetan lalulintas. "Tentunya yang kita harapkan adalah terjadinya kelancaran berlalulintas di Jalan raya,” ucap Kapolda.
Dalam operasi ini, katanya, petugas tak akan segan-segan memberikan tindakan tegas bagi para pelanggar lalulintas, seperti angkutan yang ngetem sembarangan dan parkir tidak pada tempatnya. “Target utama adalah rute sibuk yang dilalui para pekerja kantoran, seperti Sudirman-Thamrin, Blok M sampai Kota. Semua yang membuat macet kita harapkan bisa kita urai selama dua minggu ini," ungkapnya.
Namun, tambah Kapolda, meski akan sulit mengurai kemacetan hanya dengan waktu dua pekan, pihaknya tetap akan berusaha semaksimal mungkin membuat lalulintas menjadi lancar. Sementara itu.
Direktur lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono menambahkan, dalam mengurai kemacetan, pihaknya juga akan berkonsentrasi pada penertiban beberapa koridor busway yang selalu dimasuki kendaraan pribadi. Beberapa titik koridor Busway yang diawasi adalah jalur yang lewat Mampang-Kuningan dan jalur Kampung Melayu-Ancol. Untuk masalah angkutan umum yang ngetem sembarangan dan parkir tidak pada tempatnya, juga akan ditertibkan, seperti di putaran Jalan Baru, Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
Selain itu, kata Condro, polisi juga akan menertibkan plat nomor yang tidak sesuai dan menertibkan simbol-simbol yang ada di plat nomor itu yang tidak memiliki keabsahan.
"Simbol-simbol ini ada yang memiliki hak, misalnya anggota DPR. Mereka (yang tidak berhak) akan diminta mencopot," tegasnya.