Ratusan Taruna Akmil Belajar ke TMC Polda Metro Jaya Sabtu, 17 Juli 10 - oleh : Sopian
Ratusan Taruna Akademi Militer (Akmil) TNI melakukan studi ke Polda Metro Jaya dalam rangka bersinergi antara TNI dengan Polri menghadapi tantangan ke depan sebagai pelayan masyarakat sekaligus dalam rangka pengenalan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Dalam sambutannya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Timur Pradopo mengatakan, acara latihan bersama selama 10 hari, mulai 12-22 Juli 2010 mendatang digelar untuk meningkatkan sinergi antara TNI dan Polri dalam menghadapi tantangan ke depan sebagai pelayan masyarakat dengan materi utama pelatihan adalah safety riding dan safety driving.
"Kita punya masalah bagaimana kecelakaan ini sangat tinggi, artinya lebih banyak orang meninggal dari pada sakit. Korban juga bukan cuma masyarakat, polisi dan TNI juga ini kan jadinya mati sia-sia akibat kecelakaan," jelas Kapolda Metro Jaya, di Jakarta, Selasa (13/7).
Sementara itu Direktur Pendidikan Akademi Militer TNI Brigjen Toni Hartono mengungkapkan, pengenalan Alutsista dirasa perlu karena para taruna dinilai masih baru sehingga tidak salah jika ditanamkan kepada generasi muda anggota kedua instansi pemerintah tersebut.
Pengenalan itu, tambah Toni, sekaligus untuk menghindari kemungkinan terjadinya benturan antar lembaga Polri dan TNI.
Pada acara ini, calon perwira TNI yang berjumlah 600 orang dari tiga akademi TNI juga diberi kesempatan mengunjungi Traffik Management Center (TMC) Polda Metro Jaya guna meninjau fasilitas dan peran TMC dalam mengurangi kemacetan di wilayah Ibukota Jakarta.
Kunjungan diterima langsung oleh pejabat TMC antara lain, Koordinator TMC AKBP Aries Syahbudi, Wakil Koordinator TMC Kompol Indra Jafar, Kepala Team Analis TMC Kompol Adhi Santika dan Perwira Siaga TMC AKP Sunarto.
Koordinator TMC AKBP Aries memaparkan mengenai struktur organisasi TMC beserta fungsi dari masing- masing bagian dalam unit TMC. Ia juga menuturkan TMC sangat efektif mengurangi kemacetan.
“Ketika ada acara pengajian yang melibatkan ribuan jamaah pengajian sehingga menyebabkan kemacetan, TMC melalui jejaring sosial Twitter dan Facebook menginformasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat akan menghindari lokasi pengajian tersebut dan terhindar dari kemacetan,” ujar Aries mencontohkan.