Lipton, Vitalitas Dibalik Kebaikan Teh Rabu, 14 Juli 10 - oleh : Sunarya
Keseharian yang kompetitif dan bergerak begitu cepat menjadikan orang cenderung bersikap pasif dalam menghadapi stress. Mengkonsumsi teh merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menghadapi stress. Mengkonsumsi teh dipercaya mampu menenangkan tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Bila di minum secara rutin akan mengurangi stress disela-sela kesibukan dan hidup lebih sehat serta berumur panjang.
Karenanya Lipton menghadirkan teh berkualitas tinggi bagi konsumennya sebagai bagian dari tradisi dan gaya hidup yang telah mendunia. Dipercaya sebagai ahli dan profesional di bidang budidaya dan pengolahan teh, Lipton juga telah mendirikan Lipton Institute of Tea, sebuah lembaga riset yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman atas teh dari pucuk daun hingga tersaji. Tiga tahun terakhir, Unilever bersama Lipton Institute of Tea telah menyelenggarakan simposium ilmiah tentang teh untuk berbagi informasi terkini mengenai teh dan manfaatnya bagi tubuh dan pikiran.
Tahun ini Unilever dan Lipton Institute of Tea kembali menyelenggarakan 4th Tea Science Symposium regional tahunan sebagai sarana untuk berbagi informasi dan pengetahuan terkini tentang teh. Simposium yang mengangkat tema Vitality from Tea Goodness Studies on Flavonoids and Theanine diadakan pada 13 Juli 2010 dengan dihadiri oleh para pakar dan pengamat teh dari seluruh Asia dan kedua zat tersebut terkandung dalam teh hitam dan teh hijau.
”Simposium sehari tersebut menekankan manfaat teh bagi tubuh, seperti flavonoids teh bagi kesehatan cordiovascular, serta efek theanine dan caffeine teh dalam membantu konsentrasi,” ujar Jane Rycroft, Global Nutrition Manager Lipton Institute of Tea, Unilever Research & Development.
Mengenai Flavonoids, salah satu pembicara Peter CH Hollman Wageningen University and RIKILT Institute of Food Safety, Wageningen, the Netherlands, mengungkapkan, “Terdapat bukti berdasarkan studi bahwa teh dan flavonols telah secara luas terkait erat dengan stroke. Teh merupakan sumber utama flavonols. Kami telah melakukan meta-analisis dengan prospektif cohort studies untuk secara kuantitatif mengukur tingkat keterkaitan antara konsumsi flavonol dan tingkat stroke yang diderita. Perbandingan tingkat konsumsi flavonol menunjukkan hubungan yang erat dengan tingkat berat-ringannya stroke yang diderita dengan relative risk sebesar 0.80 (95% CI: 0.65, 0.98).”
Lebih jauh mengenai Theanine, Suzanne Einother, Research Scientist Lipton Institute of Tea Unilever Research & Development Vlaardingen menjelaskan, “Konsumsi teh secara tradisi dihubungkan dengan kejernihan mental, dan belakangan ini para ilmuwan mulai mengumpulkan bukti-bukti atas pengaruh teh terhadap kemampuan kognitif dan konsentrasi”. Efek tersebut biasa terdapat pada sumber alami caffeine dan L-theanine. L-theanine juga dianggap sebagai psychoactive, yang berfungsi meningkatkan aktifitas otak. Sebagaimana riset terdahulu mengemukakan interaksi antara L-theanine dan kafein, terbukti bahwa kombinasi kedua bahan tersebut merupakan kunci terhadap pemahaman atas pengaruh konsumsi teh. Hasil studi akhir-akhir ini memberikan dukungan atas hal tersebut, dengan menunjukkan bahwa paduan L-theanine dan kafein dapat meningkatkan perhatian.
Lipton memahami bahwa disamping melakukan riset yang intensif atas teh dan manfaatnya, merupakan suatu hal utama untuk mengetahui dari mana teh tersebut berasal serta bagaimana suatu perkebunan teh dikelola. Aspek kualitas sosial dan lingkungan tidak kalah penting dengan kualitas itu sendiri.
Untuk memastikan ketersediaan teh berkualitas tinggi, Lipton berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan peduli sosiaI. Pada tahun 2007, Lipton menyatakan komitmennya bahwa pada tahun 2015 setiap kantong teh Lipton dan PG Tips berasal dari perkebunan yang telah mendapatkan predikat Rainforest Alliance Certified. Sebagai bagian dari kegiatan Tea Science Symposium ke-4, tahun ini Lipton juga mengadakan kunjungan ke perkebunan teh Dewata.
Dewata merupakan salah satu pemasok teh hijau terbesar bagi Lipton yang memenuhi kebutuhan utama teh hijau secara global. Perkebunan ini juga merupakan salah satu perkebunan penghasil teh hijau pertama yang memenuhi Rainforest Alliance Certification dan mendapatkan akreditasinya setelah diaudit pada bulan Desember 2008. Kini Dewata telah menjadi rekanan bisnis bagi Lipton selama bertahun-tahun. Melalui Tea Science Symposium ke-4, Lipton, yang telah dipasarkan di lebih dari 50 negara bermaksud untuk berbagi pengetahuan tentang teh dari pucuk daun hingga tersaji.