Wawancara: Perbincangan dengan Kasudin P2B Jakbar Kamis, 11 Maret 10 - oleh : Sunarya
Sejak P2B Jakarta Barat di pimpin oleh Ir Indrajit H, peningkatan instansi tersebut terlihat nyata. Terbukti, pada 2009 retribusi terhadap negara melebihi target sebesar 15 persen. Sayangnya, penyandang gelar arsitek dari Universitas Trisakti ini menolak di ambil gambarnya dengan alasan malu karena tidak ingin menjadi orang terkenal.
Di usianya yang ke 54 tahun, pria dengan satu anak ini masih terlihat gagah dan hampir selalu memimpin langsung upaya paksa bongkar yang dilakukan Sudin P2B Jakbar. Berikut perbincangan eksklusif imediacyber.com dengan Kepala Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Barat Ir Indrajit H:
Sejauh apa penilaian Anda mengenai pelanggaran ketentuan di Jakarta Barat? Pada dasarnya pelanggaran ketentuan di Jakarta Barat masih bisa kita minimalisir. Namun terkadang para pemilik membandel dan tidak mengindahkan peringatan dari kami.
Kemudian, apa yang tim Anda lakukan jika menemukan pemilik bangunan bermasalah yang membandel? Kami akan tetap berikan sanksi tegas sesuai prosedur yang berlaku. Itu semua kami lakukan tanpa pandang bulu.
Menurut informasi yang kami terima langsung dari Kepala Dinas P2B DKI Jakarta, permasalahan bangunan melanggar ketentuan akan bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia Polda Metro Jaya. Bagaimana menurut Anda? Rencana tersebut memang sudah juga saya diskusikan dengan dengan tim, mereka semua menyambut gembira. Dan saya pribadi pun sangat setuju dengan rencana kerjasama tersebut karena lebih memudahkan kerja kami.
Bicara masalah kinerja, 2009 lalu Anda tercatat telah menindak lebih dari 1.000 bangunan bermasalah. Apakah Anda tidak khawatir akan dibenci masyarakat pemilik bangunan? Semua orang di mata hukum adalah sama. Yang saya lakukan merupakan bagian dari tugas yang diamanatkan oleh negara khususnya Pemda DKI, semua sesuai prosedur. Dan saya yakin, dari 1.000 lebih bangunan yang saya tindak paling banyak 5.000 orang yang benci saya, sedangkan penduduk Jakarta Barat jutaan jiwa.
Sebagai pimpinan, Anda tidak malu dan canggung saat istirahat memilih makan bareng dengan bawahan Anda? Kenapa harus canggung? Toh mereka juga sama seperti saya manusia biasa. Justeru dengan berkumpul dengan mereka saat makan bisa lebih mengenal satu sama lain. Saya bisa lebih mengenal sehingga tidak renggang antara bawahan dengan atasan.
Kabar burung yang kami terima Anda akan dipindah tugas. Sejauh apa keberannya? No comment-lah, justeru saya baru dengar dari Anda. Tapi yang pasti, apapun perintah dari atasan akan saya patuhi, selama perintahnya itu demi kebaikan instansi P2B.
Banyak berita-berita miring tentang bawahan Anda yang diduga melakukan beking terhadap bangunan bermasalah. Apa tanggapan Anda? Saya rasa itu adalah fitnah yang tidak jelas sumbernya, jika memang ada buktinya silakan ditunjukan. Karena saya yakin mereka tidak akan berani karena taruhannya jabatan.